MAKALAH JENIS-JENIS GRAFIK TEKNIK PENULISAN DAN PRESENTASI
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam membuat karya ilmiah biasanya kita dituntut untuk dapat menyajikan
data secara gamblang atau jelas. Data berupa angka-angka akan sangat sulit
tentunya untuk disajikan dalam bentuk paragraf. Oleh karenannya kita perlu
menggunakan fungsi tabel, grafik, ataupun diagram untuk mendapatkan data secara
cepat dan akurat. Dan sebelum kita belajar menggunakannya alangkah lebih
baiknya jika kita pelajari terlebih dahulu apa sih yang dimaksud tabel,
diagram, dan grafik.
Tabel adalah kumpulan data yang disusun berdasarkan baris dan kolom.
Baris dan kolom ini berfungsi untuk menunjukkan data terkait keduanya. Dimana
titik temu antara baris dan kolom adalah data yang dimaksud.
Grafik adalah gambaran dinamika data yang ada (bisa naik, turun, atau
naik turun. Awal yang harus kita lakukan dalam membaca data pada grafik adalah
dengan melihat judul grafik kemudian baru melihat data yang ada. Ada banyak
macam grafik diantaranya adalah grafik batang dan grafik garis.
Diagram adalah gambaran tentang suatu data yang lebih memntingkan hasil
penelitian. Biasanya diagram diurutkan dari data sedikit ke banyak atau
sebaliknya. Berbeda dengan grafik yang lebih mementingkan dinamika pada data
yang disajikan. Diagram ini dapat berupa diagram lingkaran ataupun diagram
batang.
Data yang disajikan di dalam tabel, grafik dan diagram ini dapat kita
sajikan atau kita rubah ke dalam bentuk kalimat atau paragraf dengan
memperhatikan data yang ada. Berikut ini langkah-langkah untuk membaca tabel,
grafik, dan diagram.
Dan di sini kita akan membahas tentang Grafik saja, dikarenakan makalah
ini hanya menyajikan definisi serta penjelasan tentang grafik-grafik yang
selalu kita butuhkan dalam penyajian data dalam karya ilmiah.
1.2 TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Dapat mengetahui pengertian dari grafik
2. Dapat mengetahui jenis-jenis dari grafik
1.3 RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana definisi dari grafik?
2. Apa jenis-jenis dari grafik?
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1
PENGERTIAN
GRAFIK
Grafik
adalah gambaran pasang surut suatu keadaan yang dilukiskan dengan garis dan
gambar. Data-data dari tabel dapat dibuat menjadi grafik sehingga terlihat
jelas gambaran dari data tersebut.
Grafik selalu digunakan dalam
penyajian baik di dalam dunia perkuliahan maupun dunia perkantoran. Grafik itu
sendiri sering terkait dalam menunjukan rill dari suatu data yang sudah di
masukkan dalam tabel.
2.2
MANFAAT GRAFIK
1. Menunjukkan fakta dengan jelas dan mudah
dipahami.
Fakta
yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram akan lebih mudah dipahami oleh
pembaca jika dibandingkan dengan fakta yang ditulis dalam bentuk
kalimat-kalimat dalam paragraf.
2. Menjadikan proses komunikasi lebih cepat dan
menarik.
Biasanya
tabel dan diagram ditampilkan dengan bentuk dan warna yang menarik sehingga
membuat pembaca lebih tertarik untuk membacanya.
2.3
JENIS-JENIS
GRAFIK DAN KEGUNAANNYA
Dalam penyajian data grafik memiliki
berbagai macam jenisnya yang fungsi dan kegunaannya juga berbeda sesuai yang
dibutuhkan. Dan jenis-jenis grafik yaitu, antara lain:
1. Grafik Garis (line chart)
Penyajian
data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus disebut diagram
garis lurus atau diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk
menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke
waktu secara berurutan.
Sumbu
X menunjukkan waktu-waktu pengamatan, sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan
untuk suatu waktu tertentu. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk titik-titik
pada bidang XY, selanjutnya kolom dari tiap dua titik yang berdekatan tadi
dihubungkan dengan garis lurus sehingga akan diperoleh diagram garis atau
grafik garis. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut.
Grafik
garis atau diagram garis dipakai untuk menggambarkan data berkala. Grafik garis
dapat berupa grafik garis tunggal maupun grafik garis berganda.
Grafik garis menampilkan data dan informasi dalam bentuk garis. Grafik garis digunakan untuk menampilkan data yang terkait dengan waktu.
Grafik garis menampilkan data dan informasi dalam bentuk garis. Grafik garis digunakan untuk menampilkan data yang terkait dengan waktu.
Grafik
garis dapat menunjukkan data secara terus menerus atau berkelanjutan selama
periode waktu tertentu. Grafik ini sangat ideal untuk menampilkan tren data
pada interval/rentang waktu yang sama.
Contoh
Grafik Garis (line chart) :
2. Grafik Lingkaran (pie chart)
Grafik lingkaran
adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk
lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian bagian atau
persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu
ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan
besarnya sudut pusat sektor lingkaran.
Diagram
lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang
berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian
bagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih
dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan
besarnya sudut pusat sektor lingkaran.
Grafik
lingkaran lebih cocok untuk menyajikan data cross section, dimana data tersebut
dapat dijadikan bentuk prosentase.
Grafik Pie
berfungsi untuk menampilkan data dan infromasi dalam bentuk juring lingkaran.
karena terlihat seperti irisan kue, maka disebut grafik kue. kegunaan grafik
ini hamir sama dengan tipe column. Grafik pie memiliki keunggulan yaitu dapat
menampilkan perbandingan data dalam bentuk persentase.
Contoh Grafik Lingkaran (pie
chart) :
3. Grafik Batang (bar chart)
Grafik
batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek
penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan
keterangan-keterangan dengan batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar
dengan batang-batang terpisah. Perhatikan contoh berikut ini.
Grafik
batang pada dasarnya sama fugsinya dengan grafik garis yaitu untuk
menggambarkan data berkala. Grafik batang juga terdiri dari grafik batang
tunggal dan grafik batang ganda.
Grafik
batang biasanya digunakan untuk menggambarkan data atau informasi pada satu
saat tertentu, misalnya grafik perbandingan jumlah siswa laki-laki dan
perempuan.
Contoh
Grafik Batang (bar chart) :
4. Grafik Gambar (pictogram)
Grafik
ini berupa gambar atau lambang untuk menunjukkan jumlah benda yang dilambangkan.
Biasanya grafik sering digunakan dalam pengelompakan jumlah kependudukan di
setiap negara. Dan dipresentasikan untuk keperluan pemahaman kalangan yang
lebih mengerti.
Contoh
Grafik Gambar (pictogram):
5. Grafik
Berupa Peta (Cartogram)
Cartogram adalah grafik yang banyak digunakan oleh BMG untuk menunjukkan peramalan cuaca dibeberapa daerah.
Contoh Grafik Berupa Peta (Cartogram) :
Cartogram adalah grafik yang banyak digunakan oleh BMG untuk menunjukkan peramalan cuaca dibeberapa daerah.
Contoh Grafik Berupa Peta (Cartogram) :
1.
Grafik Column ( Batang Tegak)
Grafik column biasanya digunakan untuk menggambarkan data atau informasi pada
satu saat tertentu, misalnya grafik perbandingan jumlah siswa laki-laki dan
perempuan.
Contoh
grafik batang tegak
Diagram batang umumnya digunakan
untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun
waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan
batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah.
Microsoft
Excel 2007 menyediakan berbagai macam grafik yang dapat membantu kita dalam
menyajikan data dengan lebih menarik. Berikut ini adalah beberapa jenis grafik
yang tersedia dalam Excel 2007:
1. Column charts (Grafik Kolom)
Grafik
Kolom sangat berguna untuk menunjukkan perubahan data dalam periode waktu
tertentu atau menggambarkan perbandingan antar beberapa item.
2. Line charts (Grafik Garis)
Grafik
garis dapat menunjukkan data secara terus menerus atau berkelanjutan selama
periode waktu tertentu. Grafik ini sangat ideal untuk menampilkan tren data
pada interval/rentang waktu yang sama.
3. Pie charts (Grafik lingkaran)
Grafik
lingkaran menunjukkan ukuran dari suatu item dalam suatu rangkaian data, secara
proporsional terhadap jumlah dari keseluruhan item. Poin atau nilai dari
item-item tersebut ditunjukkan dalam bentuk presentase dari keseluruhan data
(dalam bentuk satu lingkaran).
4. Bar charts (Grafik batang)
Grafik
batang menggambarkan perbandingan antar beberapa item.
5. Area charts (Grafik bidang)
Grafik
bidang menekankan besarnya perubahan dari waktu ke waktu.
6. XY (scatter) charts (Grafik penyebaran)
Grafik
penyebaran menunjukkan hubungan antara nilai numerik pada beberapa rangkaian
data.
7. Stock charts (Grafik stok)
Seperti
namanya, grafik stok banyak digunakan untuk menggambarkan fluktuasi harga stok.
Namun grafik ini juga dapat digunakan untuk data ilmiah. Sebagai contoh, kita
dapat menggunakannya untuk menunjukkan fluktuasi suhu harian.
8. Surface charts (Grafik permukaan)
Grafik
permukaan sangat berguna ketika kita ingin mencari kombinasi yang optimal dari
2 rangkaian data. Seperti dalam peta topografi, warna dan pola menunjukkan
daerah yang berada dalam kisaran nilai yang sama.
9. Doughnut charts (Grafik donat)
Seperti
grafik lingkaran, grafik donat menunjukkan hubungan dari suatu bagian dengan
keseluruhan data, tetapi dapat berisi lebih dari satu rangkaian data.
10.
Bubble
charts (Grafik gelembung)
Data
diatur dalam kolom sehingga nilai-nilai x (horizontal) tercantum pada kolom
pertama (kiri) dan nilai-nilai y (vertical) yang sesuai dan nilai-nilai ukuran
gelembung tercantum dalam kolom yang berdekatan, dapat diplot dalam grafik
gelembung.
11.
Radar
charts (Grafik radar)
Grafik
radar membandingkan nilai keseluruhan dari sejumlah rangkaian data.
Dari
beberapa jenis grafik di atas yang sering digunakan untuk menyajikan data
adalah nomor 1 sampai 5. Semoga saya bisa membahasnya lebih lengkap satu per
satu.
Penjadwalan
Kerja dengan Bar Chart
Merupakan
suatu planning yang baik bila pembuatan penjadwalan kerja pada pelaksanaan
suatu kegiatan/proyek dibuat, selain merupakan bagian dari manajemen yang baik
juga sebagai salah satu factor pendukung untuk mencapai suatu tujuan yang
dimaksud, dalam hal ini sering disebut dengan istilah Time Schedule. Dan juga
sebagai sarana control tahap demi tahap dari pekerjaan yang akan dilaksanakan
oleh Kontraktor
1.
Penjadwalan Kerja (Time Schedule)
Pengertian
dari Time Schedule adalah Time berarti waktu, Schedule berarti memasukan
kedalam daftar. Time Schedule atau Schedule Time ialah waktu yang telah
ditentukan. Jadi yang dimaksud dengan Time Schedule ialah, mengatur rencana
kerja dari suatu bagian atau unit pekerjaan (H.Bachtiar Ibrahim, 1993).
Time
Schedule meliputi kegiatan antara lain sebagai berikut:
1. Schedule Bahan, adalah jadwal bahan –
bahan yang dipergunakan pada proyek ini menurut jumlah dan jenisnya persatuan
waktu.
2. Schedule Peralatan, adalah jadwal
peralatan yang akan dipergunakan pada proyek ini menurut julah dan fungsi
persatuan waktu.
3. Schedule Tenaga Kerja, adalah jadwal tenaga
kerja yang dibutuhkan pada proyek ini sesuai dengan keahian persatuan waktu.
4. Schedule Biaya, adalah jadwal alian biaya
yang harus dikeluarkan sesuai Schedule Bahan, Peralatan, Tenaga Kerja persatuan
waktu.
Dari
Time Schedule, kita dapat mendapatkan gambaran berapa lama pekerjaan dapat
diselesaikan, serta bagian – bagian pekerjaan yang saling berkaitan antara satu
sama lainnya. Keempat hal tersebut harus sesuai pengadaannya sehingga
pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Tujuan
dari pembuatan Time Schedule ini adalah :
· Untuk menentukan urutan pekerjaan, agar
sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang ada, sehingga pelaksanaan dapat
berjalan dengan lancar dan tercapainya efisiensi sumber daya dengan mutu
pekerjaan yang memenuhi persyaratan teknis.
· Untuk mendeteksi terjadinya keterlambatan
pelaksanaan pekerjaan, bila terjadi keterlambatan dapat dicegah sedini mungkin
atau diambil kebijakan lain, sehingga tidak terlalu mengganggu kelancaran pekerjaan lain.
Fungsi
Time Schedule adalah :
· Untuk
memperkirakan jumlah sumber daya (material, manusia, peralatan dan lain-lain)
yang harus disediakan pada waktu waktu tertentu.
· Pedoman
bagi Kontraktor dan Konsultan Pengawas untuk mengatur kecepatan pelaksanaan
proyek.
· Referensi
bagi pemilik, Konsultan Pengawas dan Kontraktor untuk mengontrol kemajuan
pekerjaan proyek.
· Pedoman
bagi Konsultan Pengawas dan Kontraktor untuk mengevaluasi pekerjaan yang telah
diselesaikan.
· Pedoman
bagi Kontraktor dan Konsultan Pengawas untuk mengetahui apakah metode
pelaksanaanya cocok diterapkan dalam proyek, atau harus diperbaiki.
Time
Schedule dapat dibuat dalam bentuk bagan balok agar mudahdibaca. Bagan balok
ini dapat dilihat urutan – urutan pekerjaan yang akanatau sedang dilaksanakan.
Dari diagram ini pula dapat diketahui pekerjaan – pekerjaan yang dapat
dilaksanakan secara bersamaan (simultan).
Penjadwalan
waktu ini merupakan pedoman untuk Kontaraktor dan Konsultan Pengawas untuk
mengontrol apakah pekerjaan sudah sesuai jadwal atau tidak.
2.
Bagan Balok (Bar Chart)
Bagan
balok (Bar Chart) merupakan salah satu bentuk penjadwalan waktu yang
mencantumkan semua unit pekerjaan yang ada, berupa batang horizontal yang menggambar
waktu untuk menyelesaikan suatu jenis pekerjaan. Dengan bagan tersebut
diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang direncanakan.
Bagan
balok direncanakan atas dasar kapasitas alat, besarnya pekerjaan dan rencana
waktu penyelesaian. Dari bagan balok ini pula dapat dilihat jenis pekerjaan apa
saja yang sedang dilakukan dan pekerjaan yang dapat dikerjakan bersama – sama.
Dengan
penyusunan Time Schedule ini, yang perlu mendapat perhatian adalah efisiensi
pekerjaan, sehingga biarpun terjadi keterlambatan, proyek tersebut masih
memenuhi persyaratan teknis dan ekonomis
Cara Membuat Grafik Kolom (Column Chart) di Excel 2007
- 2010
Tutorial: Excel 2007 dan 2010.
Sama seperti grafik batang, grafik
atau diagram kolom (column chart) berguna untuk menyajikan perbandingan
data pada satu atau beberapa seri data.
Data pada
grafik kolom disajikan dalam data point berbentuk persegi panjang
vertikal, yang tingginya ditentukan oleh nilai data. Dengan begitu, kita bisa
melihat dengan cepat perbedaan nilai pada data yang disajikan. Microsoft Excel
memiliki beberapa model grafik kolom, yaitu Clustered Column, Stacked
Column, dan 100% Stacked Column. Pada tutorial ini akan dibahas cara
membuat grafik kolom tumpuk (stacked column) yang memiliki dua seri data
seperti gambar berikut.
Kapan Menggunakan Grafik Kolom?
Gunakan grafik kolom, apabila:
- Memiliki satu atau beberapa seri data. Misalnya, penjualan produk A, B, C untuk tahun 1 dan tahun 2. Produk A, B, dan C adalah kategori. Tahun 1 dan tahun 2 adalah seri data.
- Ingin membandingkan data untuk berbagai kategori secara berdampingan.
- Data grafik memiliki nilai negatif atau nol.
Langkah-langkah Membuat Grafik Kolom
1.
Pertama-tama kita akan mengatur document
theme dan font untuk grafik. Pada Page Layout tab, Themes grup:
a.
Klik Themes dan pilih Oriel.

b.
Klik Fonts dan pilih Aspect
Verdana Verdana.
Catatan: Tutorial
ini menggunakan font Verdana untuk teks pada grafik karena lebih mudah dibaca
ketimbang font yang bertipe serif.
2.
Pilih range data yang akan dibuatkan
grafik kolom.

3.
Pada Insert tab, grup Charts,
klik Column.

4.
Ada beberapa model grafik kolom
untuk dipilih: Clustered Column, Stacked Column, dan 100%
Stacked Column, dalam bentuk 2-D, 3-D, Cylinder, Cone,
atau Pyramid. Untuk tutorial ini, pilih 2-D Column – Stacked Column.
Grafik akan ditampilkan di lembar kerja dan otomatis menggunakan Chart
Styles - Style 2. Data point terdiri dari dua seri, yaitu Oranye
(March) dan Biru (April).


- Pada langkah ini, kita akan memberi nama pada
grafik. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik
Chart Titles dan pilih Above Chart.
Akan muncul teks Chart Title di atas grafik. Ketik nama grafik yang baru dan tekan ENTER. Sekarang nama grafik sudah berubah.

- Selanjutnya kita akan memindahkan Legend di bawah nama grafik. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik Legend dan pilih Show Legend at Top.

- Berikutnya adalah menampilkan value untuk Data Label di bagian tengah data point. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik Data Labels dan pilih Center.

- Pada langkah ini kita akan memberi efek bayangan (Shadow) dan mengubah warna data point.
a.
Klik seri 1 yang berwarna oranye
(March). Pada Chart Tools, Format tab, Shape Styles grup,
klik Shape Effects, pilih Shadow, dan pilih Outer yang
pertama, yaitu Offset Diagonal Bottom Right. Ulangi langkah ini untuk
seri 2 (April).


b. Dengan seri
2 (April) tetap dipilih, pada pada Chart Tools, Format tab, Shape
Styles grup, klik Shape Fills, dan pilih warna Gold, Accent 4,
Lighter 60%.


Sekarang tampilan data point
grafik jadi kelihatan lebih menonjol karena ada efek Shadow-nya.

9.
Selanjutnya adalah memperbesar
ukuran grafik. Pada Chart Tools, Format tab, Size grup,
isi kotak Shape Height untuk tinggi 10 cm dan Shape Width untuk
lebar grafik 14 cm. Hasilnya adalah seperti gambar berikut.


10.
Pada langkah ini kita akan mengatur
jarak antar data point agar letaknya tidak berjauhan.
a.
Klik kanan salah satu seri data dan
pilih Format Data Series.


b.
Pada Series Options, isi
kotak di bagian Gap Width, menjadi 60%.


c.
Tekan ENTER untuk menutup
kotak dialog.
Hasil akhirnya adalah seperti gambar berikut.

Tip:
- Grafik yang sudah dibuat bisa diubah ke model grafik kolom yang lain, misalnya Clustered Column. Cara mengubahnya:
a.
Klik pada grafik dan pada Chart
Tools, Design tab, Type grup, klik Change Chart Type
dan pilih Clustered Column.


b.
Tekan ENTER
atau klik tombol OK untuk menutup kotak dialog.
Tekan ENTER
atau klik tombol OK untuk menutup kotak dialog.
Cara Membuat
Grafik Garis (Line Chart) di Excel 2007 - 2010
Sama seperti grafik batang dan kolom, grafik
atau diagram garis (line chart) berguna untuk menyajikan perbandingan
data pada satu atau beberapa seri data. Perbedaannya, grafik garis memungkinkan
kita untuk menemukan tren atau pola data dari waktu ke waktu. Misalnya, naik
turunnya penjualan, laba perusahaan, temperatur, atau harga saham dan valas
selama periode tertentu.

Pada grafik garis, kategori data
disajikan pada sumbu horizontal dan nilai data berada di sumbu vertikal.
Microsoft Excel memiliki beberapa
model grafik garis, yaitu: line, stacked line, dan 100% stacked
line yang memiliki marker (penanda) dan yang tanpa marker
dalam bentuk 2-D, serta grafik garis model 3-D.
Pada tutorial ini akan dibahas cara
membuat grafik garis yang memiliki marker untuk satu seri data, seperti
yang sering digunakan oleh koran dan majalah untuk menyajikan informasi nilai
saham dan valas.
Kapan Menggunakan Grafik Garis?
Gunakan grafik garis, apabila:
- Memiliki beberapa seri data.
- Memiliki data dengan interval yang sama atau berurutan, seperti hari, bulan, kuartal, atau tahun fiskal.
Langkah-langkah
Membuat Grafik Garis
1.
Pertama-tama kita akan mengatur document theme untuk
grafik. Default theme pada Excel 2007 dan 2010 adalah theme Office.
Bila Anda menggunakan theme ini, maka lanjutkan ke langkah 2. Bila lembar kerja
menggunakan theme yang lain, maka ubah theme terlebih dahulu, yaitu pada Page
Layout tab, Themes grup, klik Themes dan pilih Office.

2.
Pilih range data yang akan dibuatkan
grafik garis.

3.
Pada Insert tab, grup Charts,
klik Line dan pilih Line with Markers.

Grafik garis akan ditampilkan di lembar kerja. Lihat keterangan pada gambar untuk elemen-elemen pada grafik garis.

Grafik garis akan ditampilkan di lembar kerja. Lihat keterangan pada gambar untuk elemen-elemen pada grafik garis.

4.
Selanjutnya kita akan memilih chart
styles. Klik pada grafik untuk menampilkan Chart Tools. Pada Chart
Tools, Design tab, Chart Styles grup, klik Style 30.


5.
Grafik memiliki nama yang sama
dengan legend. Oleh karena itu, legend tidak diperlukan dan kita
akan menyembunyikannya. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels
grup, klik Legend dan pilih None.
6.
Berikutnya adalah menampilkan nilai Data
Label di bawah setiap marker. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels
grup, klik Data Labels dan pilih Below.
7.
Pada langkah ini, kita akan
menghapus gridlines horizontal pada background grafik.
Klik grafik dan pada Chart Tools, Layout tab, Axes grup,
klik Gridlines, pilih Primary Horizontal Gridlines dan klik None.
Hasilnya adalah seperti gambar berikut.

8.
Pada langkah ini, kita akan mengubah
tampilan marker menjadi lingkaran dan membuat garis pada grafik
berbentuk seperti tali tipis yang berayun naik turun sesuai dengan nilai data.
Caranya:
a.
Klik kanan marker grafik dan
pilih Format Data Series.


b.
Klik Marker Options dan pada Marker
Type, klik Built-in.
c. Di bagian Type,
pilih gambar lingkaran dan atur Size menjadi 10.
Catatan: ada perbedaan bentuk lingkaran pada Excel 2007 dan 2010 seperti yang disajikan pada gambar di bawah ini. Namun tampilan marker pada grafik akan tetap sama.
Catatan: ada perbedaan bentuk lingkaran pada Excel 2007 dan 2010 seperti yang disajikan pada gambar di bawah ini. Namun tampilan marker pada grafik akan tetap sama.

9. Tanpa
menutup kotak dialog Format Data Series, klik Line Style:
1. Atur Width
menjadi 2 pt untuk membuat garis grafik yang tipis.
2. Centang
kotak Smoothed line untuk menghilangkan tampilan garis yang kaku.


10.
Klik Close untuk menutup
kotak dialog Format Data Series. Tampilan grafik setelah selesai
diformat adalah seperti gambar berikut ini.


Tip:
·
Gunakan document theme untuk
mengganti tampilan warna dan font grafik dengan cepat dan mudah. Pada Page
Layout tab, Themes grup, klik Themes dan pilih theme baru.
Berikut
adalah contoh grafik yang theme-nya diubah ke Grid (theme Excel
2010), dengan tambahan gridlines vertikal.

- Perbesar ukuran grafik dengan cara: pada Chart Tools, Format tab, Size grup, isi kotak Shape Height untuk tinggi, misalnya 10 cm dan Shape Width untuk lebar grafik, misalnya 14 cm.
Tip: Kita juga
bisa memperbesar ukuran grafik dengan mengklik dan menggeser sizing handle
(panah dua arah). Cara menampilkan sizing handle: taruh kursor pada
salah satu sudut grafik yang ada tiga titik.






No comments:
Post a Comment