Friday, 7 August 2015


MAKALAH JENIS-JENIS GRAFIK TEKNIK PENULISAN DAN PRESENTASI
 


BAB I
PENDAHULUAN
1.1       LATAR BELAKANG MASALAH
Dalam membuat karya ilmiah biasanya kita dituntut untuk dapat menyajikan data secara gamblang atau jelas. Data berupa angka-angka akan sangat sulit tentunya untuk disajikan dalam bentuk paragraf. Oleh karenannya kita perlu menggunakan fungsi tabel, grafik, ataupun diagram untuk mendapatkan data secara cepat dan akurat. Dan sebelum kita belajar menggunakannya alangkah lebih baiknya jika kita pelajari terlebih dahulu apa sih yang dimaksud tabel, diagram, dan grafik.
Tabel adalah kumpulan data yang disusun berdasarkan baris dan kolom. Baris dan kolom ini berfungsi untuk menunjukkan data terkait keduanya. Dimana titik temu antara baris dan kolom adalah data yang dimaksud.
Grafik adalah gambaran dinamika data yang ada (bisa naik, turun, atau naik turun. Awal yang harus kita lakukan dalam membaca data pada grafik adalah dengan melihat judul grafik kemudian baru melihat data yang ada. Ada banyak macam grafik diantaranya adalah grafik batang dan grafik garis.
Diagram adalah gambaran tentang suatu data yang lebih memntingkan hasil penelitian. Biasanya diagram diurutkan dari data sedikit ke banyak atau sebaliknya. Berbeda dengan grafik yang lebih mementingkan dinamika pada data yang disajikan. Diagram ini dapat berupa diagram lingkaran ataupun diagram batang.
Data yang disajikan di dalam tabel, grafik dan diagram ini dapat kita sajikan atau kita rubah ke dalam bentuk kalimat atau paragraf dengan memperhatikan data yang ada. Berikut ini langkah-langkah untuk membaca tabel, grafik, dan diagram.
Dan di sini kita akan membahas tentang Grafik saja, dikarenakan makalah ini hanya menyajikan definisi serta penjelasan tentang grafik-grafik yang selalu kita butuhkan dalam penyajian data dalam karya ilmiah.
1.2       TUJUAN PEMBELAJARAN
1.      Dapat mengetahui pengertian dari grafik
2.      Dapat mengetahui jenis-jenis dari grafik
1.3       RUMUSAN MASALAH
1.      Bagaimana definisi dari grafik?
2.      Apa jenis-jenis dari grafik?











BAB II
PEMBAHASAN
2.1              PENGERTIAN GRAFIK
Grafik adalah gambaran pasang surut suatu keadaan yang dilukiskan dengan garis dan gambar. Data-data dari tabel dapat dibuat menjadi grafik sehingga terlihat jelas gambaran dari data tersebut.
            Grafik selalu digunakan dalam penyajian baik di dalam dunia perkuliahan maupun dunia perkantoran. Grafik itu sendiri sering terkait dalam menunjukan rill dari suatu data yang sudah di masukkan dalam tabel.
2.2              MANFAAT GRAFIK
1.   Menunjukkan fakta dengan jelas dan mudah dipahami.
Fakta yang ditampilkan dalam bentuk tabel dan diagram akan lebih mudah dipahami oleh pembaca jika dibandingkan dengan fakta yang ditulis dalam bentuk kalimat-kalimat dalam paragraf.
2.  Menjadikan proses komunikasi lebih cepat dan menarik.
Biasanya tabel dan diagram ditampilkan dengan bentuk dan warna yang menarik sehingga membuat pembaca lebih tertarik untuk membacanya.



2.3              JENIS-JENIS GRAFIK DAN KEGUNAANNYA
Dalam penyajian data grafik memiliki berbagai macam jenisnya yang fungsi dan kegunaannya juga berbeda sesuai yang dibutuhkan. Dan jenis-jenis grafik yaitu, antara lain:
1.    Grafik Garis (line chart)
Penyajian data statistik dengan menggunakan diagram berbentuk garis lurus disebut diagram garis lurus atau diagram garis. Diagram garis biasanya digunakan untuk menyajikan data statistik yang diperoleh berdasarkan pengamatan dari waktu ke waktu secara berurutan.
Sumbu X menunjukkan waktu-waktu pengamatan, sedangkan sumbu Y menunjukkan nilai data pengamatan untuk suatu waktu tertentu. Kumpulan waktu dan pengamatan membentuk titik-titik pada bidang XY, selanjutnya kolom dari tiap dua titik yang berdekatan tadi dihubungkan dengan garis lurus sehingga akan diperoleh diagram garis atau grafik garis. Untuk lebih jelasnya, perhatikan contoh soal berikut.
Grafik garis atau diagram garis dipakai untuk menggambarkan data berkala. Grafik garis dapat berupa grafik garis tunggal maupun grafik garis berganda.
Grafik garis menampilkan data dan informasi dalam bentuk garis. Grafik garis digunakan untuk menampilkan data yang terkait dengan waktu.
Grafik garis dapat menunjukkan data secara terus menerus atau berkelanjutan selama periode waktu tertentu. Grafik ini sangat ideal untuk menampilkan tren data pada interval/rentang waktu yang sama.
Contoh Grafik Garis (line chart) :
Contoh Grafik
Contoh Grafik Garis (line chart)

2. Grafik Lingkaran (pie chart)
Grafik lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian bagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran.
Diagram lingkaran adalah penyajian data statistik dengan menggunakan gambar yang berbentuk lingkaran. Bagian-bagian dari daerah lingkaran menunjukkan bagian bagian atau persen dari keseluruhan. Untuk membuat diagram lingkaran, terlebih dahulu ditentukan besarnya persentase tiap objek terhadap keseluruhan data dan besarnya sudut pusat sektor lingkaran.
Grafik lingkaran lebih cocok untuk menyajikan data cross section, dimana data tersebut dapat dijadikan bentuk prosentase.
Grafik Pie berfungsi untuk menampilkan data dan infromasi dalam bentuk juring lingkaran. karena terlihat seperti irisan kue, maka disebut grafik kue. kegunaan grafik ini hamir sama dengan tipe column. Grafik pie memiliki keunggulan yaitu dapat menampilkan perbandingan data dalam bentuk persentase.
Contoh Grafik Lingkaran (pie chart) :
Contoh Grafik Lingkaran (pie chart)
Contoh Grafik Lingkaran (pie chart)

3.  Grafik Batang (bar chart)
Grafik batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah. Perhatikan contoh berikut ini.

Grafik batang pada dasarnya sama fugsinya dengan grafik garis yaitu untuk menggambarkan data berkala. Grafik batang juga terdiri dari grafik batang tunggal dan grafik batang ganda.
Grafik batang biasanya digunakan untuk menggambarkan data atau informasi pada satu saat tertentu, misalnya grafik perbandingan jumlah siswa laki-laki dan perempuan.
Contoh Grafik Batang (bar chart) :
Contoh Grafik Batang (bar chart)
Contoh Grafik Batang (bar chart)

4. Grafik Gambar (pictogram)
Grafik ini berupa gambar atau lambang untuk menunjukkan jumlah benda yang dilambangkan. Biasanya grafik sering digunakan dalam pengelompakan jumlah kependudukan di setiap negara. Dan dipresentasikan untuk keperluan pemahaman kalangan yang lebih mengerti.
Contoh Grafik Gambar (pictogram):
Contoh Grafik Gambar (pictogram)
Contoh Grafik Gambar (pictogram)
5. Grafik Berupa Peta (Cartogram)
Cartogram adalah grafik yang banyak digunakan oleh BMG untuk menunjukkan peramalan cuaca dibeberapa daerah.

Contoh Grafik Berupa Peta (Cartogram) :
Contoh Grafik Berupa Peta (Cartogram)
Contoh Grafik Berupa Peta (Cartogram) 

1. Grafik Column ( Batang Tegak)
    Grafik column biasanya digunakan untuk menggambarkan data atau informasi pada satu saat tertentu, misalnya grafik perbandingan jumlah siswa laki-laki dan perempuan.
Contoh grafik batang tegak
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL0orYA3bytY_hOGDZt6NP6WW8yl2dMPveO8ViA6yGFgs174rAoaPh2bQmuulq9SzIZKSSfyyAR8sNqtEg9mIUsq-aOo_F1vFuk_sWZqqyjuDFtfTdu3pbl_zZqLZZDlOoImyuc2yUh0I/s1600/index.jpg

Diagram batang umumnya digunakan untuk menggambarkan perkembangan nilai suatu objek penelitian dalam kurun waktu tertentu. Diagram batang menunjukkan keterangan-keterangan dengan batang-batang tegak atau mendatar dan sama lebar dengan batang-batang terpisah.
Microsoft Excel 2007 menyediakan berbagai macam grafik yang dapat membantu kita dalam menyajikan data dengan lebih menarik. Berikut ini adalah beberapa jenis grafik yang tersedia dalam Excel 2007:
1.    Column charts (Grafik Kolom)
Grafik Kolom sangat berguna untuk menunjukkan perubahan data dalam periode waktu tertentu atau menggambarkan perbandingan antar beberapa item.
2.    Line charts (Grafik Garis)
Grafik garis dapat menunjukkan data secara terus menerus atau berkelanjutan selama periode waktu tertentu. Grafik ini sangat ideal untuk menampilkan tren data pada interval/rentang waktu yang sama.
3.    Pie charts (Grafik lingkaran)
Grafik lingkaran menunjukkan ukuran dari suatu item dalam suatu rangkaian data, secara proporsional terhadap jumlah dari keseluruhan item. Poin atau nilai dari item-item tersebut ditunjukkan dalam bentuk presentase dari keseluruhan data (dalam bentuk satu lingkaran).
4.    Bar charts (Grafik batang)
Grafik batang menggambarkan perbandingan antar beberapa item.
5.    Area charts (Grafik bidang)
Grafik bidang menekankan besarnya perubahan dari waktu ke waktu.
6.    XY (scatter) charts (Grafik penyebaran)
Grafik penyebaran menunjukkan hubungan antara nilai numerik pada beberapa rangkaian data.
7.    Stock charts (Grafik stok)
Seperti namanya, grafik stok banyak digunakan untuk menggambarkan fluktuasi harga stok. Namun grafik ini juga dapat digunakan untuk data ilmiah. Sebagai contoh, kita dapat menggunakannya untuk menunjukkan fluktuasi suhu harian.


8.    Surface charts (Grafik permukaan)
Grafik permukaan sangat berguna ketika kita ingin mencari kombinasi yang optimal dari 2 rangkaian data. Seperti dalam peta topografi, warna dan pola menunjukkan daerah yang berada dalam kisaran nilai yang sama.
9.    Doughnut charts (Grafik donat)
Seperti grafik lingkaran, grafik donat menunjukkan hubungan dari suatu bagian dengan keseluruhan data, tetapi dapat berisi lebih dari satu rangkaian data.
10.              Bubble charts (Grafik gelembung)
Data diatur dalam kolom sehingga nilai-nilai x (horizontal) tercantum pada kolom pertama (kiri) dan nilai-nilai y (vertical) yang sesuai dan nilai-nilai ukuran gelembung tercantum dalam kolom yang berdekatan, dapat diplot dalam grafik gelembung.
11.              Radar charts (Grafik radar)
Grafik radar membandingkan nilai keseluruhan dari sejumlah rangkaian data.
Dari beberapa jenis grafik di atas yang sering digunakan untuk menyajikan data adalah nomor 1 sampai 5. Semoga saya bisa membahasnya lebih lengkap satu per satu.


Penjadwalan Kerja dengan Bar Chart
Merupakan suatu planning yang baik bila pembuatan penjadwalan kerja pada pelaksanaan suatu kegiatan/proyek dibuat, selain merupakan bagian dari manajemen yang baik juga sebagai salah satu factor pendukung untuk mencapai suatu tujuan yang dimaksud, dalam hal ini sering disebut dengan istilah Time Schedule. Dan juga sebagai sarana control tahap demi tahap dari pekerjaan yang akan dilaksanakan oleh Kontraktor
1. Penjadwalan Kerja (Time Schedule)
Pengertian dari Time Schedule adalah Time berarti waktu, Schedule berarti memasukan kedalam daftar. Time Schedule atau Schedule Time ialah waktu yang telah ditentukan. Jadi yang dimaksud dengan Time Schedule ialah, mengatur rencana kerja dari suatu bagian atau unit pekerjaan (H.Bachtiar Ibrahim, 1993).
Time Schedule meliputi kegiatan antara lain sebagai berikut:
1.     Schedule Bahan, adalah jadwal bahan – bahan yang dipergunakan pada proyek ini menurut jumlah dan jenisnya persatuan waktu.
2.      Schedule Peralatan, adalah jadwal peralatan yang akan dipergunakan pada proyek ini menurut julah dan fungsi persatuan waktu.
3.  Schedule Tenaga Kerja, adalah jadwal tenaga kerja yang dibutuhkan pada proyek ini sesuai dengan keahian persatuan waktu.
4.  Schedule Biaya, adalah jadwal alian biaya yang harus dikeluarkan sesuai Schedule Bahan, Peralatan, Tenaga Kerja persatuan waktu.
Dari Time Schedule, kita dapat mendapatkan gambaran berapa lama pekerjaan dapat diselesaikan, serta bagian – bagian pekerjaan yang saling berkaitan antara satu sama lainnya. Keempat hal tersebut harus sesuai pengadaannya sehingga pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan sesuai dengan rencana.
Tujuan dari pembuatan Time Schedule ini adalah :
·      Untuk menentukan urutan pekerjaan, agar sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan yang ada, sehingga pelaksanaan dapat berjalan dengan lancar dan tercapainya efisiensi sumber daya dengan mutu pekerjaan yang memenuhi persyaratan teknis.
·            Untuk mendeteksi terjadinya keterlambatan pelaksanaan pekerjaan, bila terjadi keterlambatan dapat dicegah sedini mungkin atau diambil kebijakan lain, sehingga tidak terlalu mengganggu kelancaran  pekerjaan lain.
Fungsi Time Schedule adalah :
·           Untuk memperkirakan jumlah sumber daya (material, manusia, peralatan dan lain-lain) yang harus disediakan pada waktu waktu tertentu.
·           Pedoman bagi Kontraktor dan Konsultan Pengawas untuk mengatur kecepatan pelaksanaan proyek.
·           Referensi bagi pemilik, Konsultan Pengawas dan Kontraktor untuk mengontrol kemajuan pekerjaan proyek.
·           Pedoman bagi Konsultan Pengawas dan Kontraktor untuk mengevaluasi pekerjaan yang telah diselesaikan.
·           Pedoman bagi Kontraktor dan Konsultan Pengawas untuk mengetahui apakah metode pelaksanaanya cocok diterapkan dalam proyek, atau harus diperbaiki.
Time Schedule dapat dibuat dalam bentuk bagan balok agar mudahdibaca. Bagan balok ini dapat dilihat urutan – urutan pekerjaan yang akanatau sedang dilaksanakan. Dari diagram ini pula dapat diketahui pekerjaan – pekerjaan yang dapat dilaksanakan secara bersamaan (simultan).
Penjadwalan waktu ini merupakan pedoman untuk Kontaraktor dan Konsultan Pengawas untuk mengontrol apakah pekerjaan sudah sesuai jadwal atau tidak.
2. Bagan Balok (Bar Chart)
Bagan balok (Bar Chart) merupakan salah satu bentuk penjadwalan waktu yang mencantumkan semua unit pekerjaan yang ada, berupa batang horizontal yang menggambar waktu untuk menyelesaikan suatu jenis pekerjaan. Dengan bagan tersebut diharapkan pekerjaan dapat diselesaikan pada waktu yang direncanakan.
Bagan balok direncanakan atas dasar kapasitas alat, besarnya pekerjaan dan rencana waktu penyelesaian. Dari bagan balok ini pula dapat dilihat jenis pekerjaan apa saja yang sedang dilakukan dan pekerjaan yang dapat dikerjakan bersama – sama.
Dengan penyusunan Time Schedule ini, yang perlu mendapat perhatian adalah efisiensi pekerjaan, sehingga biarpun terjadi keterlambatan, proyek tersebut masih memenuhi persyaratan teknis dan ekonomis
Cara Membuat Grafik Kolom (Column Chart) di Excel 2007 - 2010
Tutorial: Excel 2007 dan 2010.
Sama seperti grafik batang, grafik atau diagram kolom (column chart) berguna untuk menyajikan perbandingan data pada satu atau beberapa seri data.
Dua Seri Data Grafik Kolom ExcelData pada grafik kolom disajikan dalam data point berbentuk persegi panjang vertikal, yang tingginya ditentukan oleh nilai data. Dengan begitu, kita bisa melihat dengan cepat perbedaan nilai pada data yang disajikan. Microsoft Excel memiliki beberapa model grafik kolom, yaitu Clustered Column, Stacked Column, dan 100% Stacked Column. Pada tutorial ini akan dibahas cara membuat grafik kolom tumpuk (stacked column) yang memiliki dua seri data seperti gambar berikut.




Kapan Menggunakan Grafik Kolom?
Gunakan grafik kolom, apabila:
  • Memiliki satu atau beberapa seri data. Misalnya, penjualan produk A, B, C untuk tahun 1 dan tahun 2. Produk A, B, dan C adalah kategori. Tahun 1 dan tahun 2 adalah seri data.
  • Ingin membandingkan data untuk berbagai kategori secara berdampingan.
  • Data grafik memiliki nilai negatif atau nol.
 Langkah-langkah Membuat Grafik Kolom
1.    Pertama-tama kita akan mengatur document theme dan font untuk grafik. Pada Page Layout tab, Themes grup:
a.    Klik Themes dan pilih Oriel.
Theme Oriel
b.    Klik Fonts dan pilih Aspect Verdana Verdana.
Font Aspect Verdana VerdanaCatatan: Tutorial ini menggunakan font Verdana untuk teks pada grafik karena lebih mudah dibaca ketimbang font yang bertipe serif.


2.    Pilih range data yang akan dibuatkan grafik kolom.
Range data - Grafik Kolom Excel
3.    Pada Insert tab, grup Charts, klik Column.
Menyisipkan Grafik Kolom Tumpuk Excel
4.    Ada beberapa model grafik kolom untuk dipilih: Clustered Column, Stacked Column, dan 100% Stacked Column, dalam bentuk 2-D, 3-D, Cylinder, Cone, atau Pyramid. Untuk tutorial ini, pilih 2-D Column – Stacked Column. Grafik akan ditampilkan di lembar kerja dan otomatis menggunakan Chart Styles - Style 2. Data point terdiri dari dua seri, yaitu Oranye (March) dan Biru (April).
Tampilan awal Grafik Kolom Excel
  1. Pada langkah ini, kita akan memberi nama pada grafik. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik Chart Titles dan pilih Above Chart.
    Akan muncul teks Chart Title di atas grafik. Ketik nama grafik yang baru dan tekan ENTER. Sekarang nama grafik sudah berubah.
    Membuat Chart Title - Grafik Kolom Excel
  2. Selanjutnya kita akan memindahkan Legend di bawah nama grafik. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik Legend dan pilih Show Legend at Top.
Posisi Legend di atas Grafik Kolom Excel
  1. Berikutnya adalah menampilkan value untuk Data Label di bagian tengah data point. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik Data Labels dan pilih Center.
Data Label - Grafik Kolom Excel
  1. Pada langkah ini kita akan memberi efek bayangan (Shadow) dan mengubah warna data point.
a.    Klik seri 1 yang berwarna oranye (March). Pada Chart Tools, Format tab, Shape Styles grup, klik Shape Effects, pilih Shadow, dan pilih Outer yang pertama, yaitu Offset Diagonal Bottom Right. Ulangi langkah ini untuk seri 2 (April).
Efek Shadow pada Grafik Kolom Excel
b.    Dengan seri 2 (April) tetap dipilih, pada pada Chart Tools, Format tab, Shape Styles grup, klik Shape Fills, dan pilih warna Gold, Accent 4, Lighter 60%.
Mengubah warna seri dua Grafik Kolom Excel
Sekarang tampilan data point grafik jadi kelihatan lebih menonjol karena ada efek Shadow-nya.
Tampilan Grafik Kolom Excel dengan efek shadow
9.    Selanjutnya adalah memperbesar ukuran grafik. Pada Chart Tools, Format tab, Size grup, isi kotak Shape Height untuk tinggi 10 cm dan Shape Width untuk lebar grafik 14 cm. Hasilnya adalah seperti gambar berikut.
Set tinggi dan lebar Grafik Kolom Excel
10.    Pada langkah ini kita akan mengatur jarak antar data point agar letaknya tidak berjauhan.
a.    Klik kanan salah satu seri data dan pilih Format Data Series.
Format Data Series - Grafik Kolom Excel
b.    Pada Series Options, isi kotak di bagian Gap Width, menjadi 60%.
Mengatur Gap Width - Grafik Kolom Excel
c.    Tekan ENTER untuk menutup kotak dialog.
Hasil akhirnya adalah seperti gambar berikut.Tampilan hasil format Grafik Kolom Excel
Tip:
  • Grafik yang sudah dibuat bisa diubah ke model grafik kolom yang lain, misalnya Clustered Column. Cara mengubahnya:
a.    Klik pada grafik dan pada Chart Tools, Design tab, Type grup, klik Change Chart Type dan pilih Clustered Column.
Mengubah tipe Grafik Excel
b.    Clustered Column ExcelTekan ENTER atau klik tombol OK untuk menutup kotak dialog.


Cara Membuat Grafik Garis (Line Chart) di Excel 2007 - 2010
Sama seperti grafik batang dan kolom, grafik atau diagram garis (line chart) berguna untuk menyajikan perbandingan data pada satu atau beberapa seri data. Perbedaannya, grafik garis memungkinkan kita untuk menemukan tren atau pola data dari waktu ke waktu. Misalnya, naik turunnya penjualan, laba perusahaan, temperatur, atau harga saham dan valas selama periode tertentu.

Grafik garis Excel - Computer 1001
Pada grafik garis, kategori data disajikan pada sumbu horizontal dan nilai data berada di sumbu vertikal.
Microsoft Excel memiliki beberapa model grafik garis, yaitu: line, stacked line, dan 100% stacked line yang memiliki marker (penanda) dan yang tanpa marker dalam bentuk 2-D, serta grafik garis model 3-D.
Pada tutorial ini akan dibahas cara membuat grafik garis yang memiliki marker untuk satu seri data, seperti yang sering digunakan oleh koran dan majalah untuk menyajikan informasi nilai saham dan valas.
 Kapan Menggunakan Grafik Garis?
Gunakan grafik garis, apabila:
  • Memiliki beberapa seri data.
  • Memiliki data dengan interval yang sama atau berurutan, seperti hari, bulan, kuartal, atau tahun fiskal.

Langkah-langkah Membuat Grafik Garis
1.    Pertama-tama kita akan mengatur document theme untuk grafik. Default theme pada Excel 2007 dan 2010 adalah theme Office. Bila Anda menggunakan theme ini, maka lanjutkan ke langkah 2. Bila lembar kerja menggunakan theme yang lain, maka ubah theme terlebih dahulu, yaitu pada Page Layout tab, Themes grup, klik Themes dan pilih Office.
Office theme di Excel
2.    Pilih range data yang akan dibuatkan grafik garis.
Pilih range data untuk dibuatkan grafik garis Excel
3.    Pada Insert tab, grup Charts, klik Line dan pilih Line with Markers.
Grafik garis Excel model Line with Markers
Grafik garis akan ditampilkan di lembar kerja. Lihat keterangan pada gambar untuk elemen-elemen pada grafik garis.
Tamplilan awal grafik Excel dan elemen-elemen grafik
4.    Selanjutnya kita akan memilih chart styles. Klik pada grafik untuk menampilkan Chart Tools. Pada Chart Tools, Design tab, Chart Styles grup, klik Style 30.
Chart Style 30 Excel
5.    Grafik memiliki nama yang sama dengan legend. Oleh karena itu, legend tidak diperlukan dan kita akan menyembunyikannya. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik Legend dan pilih None.
6.    Berikutnya adalah menampilkan nilai Data Label di bawah setiap marker. Pada Chart Tools, Layout tab, Labels grup, klik Data Labels dan pilih Below.
7.    Pada langkah ini, kita akan menghapus gridlines horizontal pada background grafik. Klik grafik dan pada Chart Tools, Layout tab, Axes grup, klik Gridlines, pilih Primary Horizontal Gridlines dan klik None. Hasilnya adalah seperti gambar berikut.
Grafik garis Excel dengan nilai data label
8.    Pada langkah ini, kita akan mengubah tampilan marker menjadi lingkaran dan membuat garis pada grafik berbentuk seperti tali tipis yang berayun naik turun sesuai dengan nilai data. Caranya:
a.    Klik kanan marker grafik dan pilih Format Data Series.
Klik kanan marker untuk menampilkan pop-up menu
b.    Klik Marker Options dan pada Marker Type, klik Built-in.
c.    Di bagian Type, pilih gambar lingkaran dan atur Size menjadi 10.
Catatan: ada perbedaan bentuk lingkaran pada Excel 2007 dan 2010 seperti yang disajikan pada gambar di bawah ini. Namun tampilan marker pada grafik akan tetap sama.
Pilih Marker Type dan Size grafik garis
9.    Tanpa menutup kotak dialog Format Data Series, klik Line Style:
1.    Atur Width menjadi 2 pt untuk membuat garis grafik yang tipis.
2.    Centang kotak Smoothed line untuk menghilangkan tampilan garis yang kaku.
Ukuran dan bentuk garis grafik
10.    Klik Close untuk menutup kotak dialog Format Data Series. Tampilan grafik setelah selesai diformat adalah seperti gambar berikut ini.
Tampilan grafik garis Excel yang telah selesai diformat

Tip:
·       Gunakan document theme untuk mengganti tampilan warna dan font grafik dengan cepat dan mudah. Pada Page Layout tab, Themes grup, klik Themes dan pilih theme baru.
Berikut adalah contoh grafik yang theme-nya diubah ke Grid (theme Excel 2010), dengan tambahan gridlines vertikal.
Tampilan grafik garis Excel 2010 dengan document theme Grid
  • Perbesar ukuran grafik dengan cara: pada Chart Tools, Format tab, Size grup, isi kotak Shape Height untuk tinggi, misalnya 10 cm dan Shape Width untuk lebar grafik, misalnya 14 cm.
Tip: Kita juga bisa memperbesar ukuran grafik dengan mengklik dan menggeser sizing handle (panah dua arah). Cara menampilkan sizing handle: taruh kursor pada salah satu sudut grafik yang ada tiga titik.

No comments: